Tuesday, November 13, 2012

Film Omar ( Keteladanan Umar Bin Khattab)

Menyaksikan kisah demi kisah  dalam setiap episodenya, film Umar bin Khattab sesungguhnya berkisah  tentang sejarah awal Islam dan perkembangannya.  Film yang diputar  pada salah satu stasiun TV swasta ini memberikan informasi bagaimana kehidupan (peradaban) bangsa Arab pada umumnya, dan terutama untuk masa itu. Film ini menuntun penontonnya untuk mengetahui lebih dekat lagi tentang budaya, adat istiadat, kebiasaan atau  karakter  bangsa Arab sebagai sebuah kelebihan sekaligus kekurangan.
 
Secara peradaban mereka jauh tertinggal dari bangsa Romawi dan Persia. Tapi seperti yang terekam dalam film ini, sebenarnya mereka (bangsa Arab) yang paling siap menerima kedatangan Nabi Islam dengan alasan yang sama sebagaimana di sebutkan pada Kata Pengantar buku Irene Handono "Islam Di Hujat",


  • Bangsa Arab pra-Islam adalah masyarakat yang hidup dalam lirigkup kesukuan, dimana kehidupan bersama ditentukan oleh adanya persekutuan yang dikenal sebagai Hilf. Kebijakan umum komunitas bangsa Arab diatur melalui persekutuan, sedang kehidupan individu diatur oleh masing-masing klan-desentralisasi yang merupakan ciri kehidupan demokratis-. Mereka tidak pernah terbebani kehidupan herarkis kerajaan yang sentralistik. Itulah sebabnya mereka lebih bisa bersikap egaliter.
     
  • Peradaban besar yang ada saat itu rata-rata berbentuk kerajaan, dimana hak individu sangat tergantung kepada penguasa. Herarki kemasyarakatan sangat kental dan tidak demokratis karena penguasa cenderung otoriter.
     
  • Sikap demokratis, egaliter, dan terbuka merupakan lahan yang matang bagi masuknya sebuah ajaran baru yang tidak mengandalkan kekuatan dlan kekuasaan dalam penyebarannya, tapi lebih kepada penggunaan logika.
     
Disamping itu  film ini penuh dengan nilai moral dari masing masing tokohnya. Menariknya bukan tokoh utama saja yang mendominasi,  namun semua memiliki peran yang tidak kalah hebatnya. Tidak terkecuali tokoh tokoh yang menentang Islam saat itu. Film ini sarat dengan nilai keteladanan individual, tokoh agama dan pemimpin dalam arti luas, dimana akan ditunjukan contoh contoh perilaku seorang sebagai kepala rumah tangga, pemimpin pasukan maupun sebagai kepala negara.

Semua itu bisa kita saksikan tidak mesti pada tokoh utama melainkan dari semua tokoh yang ada dalam film ini. Uniknya sebagian dari contoh contoh tersebut ada juga yang bersumber dari mereka yang memusuhi  Islam. Itulah mengapa saya mengatakan bahwa Arab jahiliah disamping memiliki kekurangan juga memiliki kelebihan yang luar biasa. Dan tentu saja yang paling penting untuk disebutkan adalah  kita  memiliki gambaran lebih jelas bagaimana peran unik sebuah suku dalam kehidupan Arab saat itu.

Peranan Suku bagi seorang individu adalah seperti napas kehidupan kedua, karena hidup dijaman yang hanya mengandalkan moral tanpa ada hukum  akan rentan dengan kesewenang-wenangan. Dan disanalah kelebihan peran suku  dalam membela anggotanya untuk memberikan perlindungan..  Jadi wajar jika pemuka pemuka Quraisy tidak bisa berbuat banyak atau sewenang wenang  kepada Nabi Muhammad karena beliau berada dalam perlindungan suku-nya. Meskipun anggota suku itu sendiri menentang keras Dakwah Nabi Muhammad. Artinya  hak perlindungan kepada anggota lebih  diutamakan dari pada kepentingan lainnya karena itu merupakan moral dan kehormatan  bagi bangsa Arab.

Kelebihan lain,  dengan  menonton film ini (dari awal sampai akhir tentunya) akan menumbuhkan rasa cinta kepada agama ini, terlebih lagi rasa cinta dan bangga dengan tokoh tokoh yang hanya kita tahu sejarah dan namanya saja semisal, Abu Bakar,  Umar,  Ali, Khalid, Amr bin Ash dan tentunya Nabi Muhammad sendiri. Dan entah karena alasan apa peran Utsman bin Affan (menurut saya) tidak terlalu menonjol dalam film ini, padahal beliau juga salah satu tiang utama perjuangan awal Nabi Muhammad dan termasuk dalam kelompok Khulafurrosidin. Atau mungkin saya yang terlalu fokus pada tokoh tokoh yang berbau "jawara dan jagoan" semisal Umar, Ali atau Khalid misalnya

Tidak diragukan lagi film ini sangan menarik untuk ditonton. Namun untuk bisa menikmati dan merasakan "kekuatan" dari film ini dianjurkan untuk memahami sedikit sejarah tentang Islam awal dengan tokoh tokohnya. Secara pribadi saya mengelompokan  setiap tokoh yang bermain dalam film ini tidak sebatas sebagai tokoh putih atau tokoh hitam. Ada beberapa tokoh dari sisi logika kemanusian  tidak bisa kita lihat dari sisi hitam dan putih saja, melainkan  ada peran hidayah yg ikut campur didalamnya. Dan jika tidak berlebihan saya lebih suka melihat mereka dari sisi orang yang "beruntung" atau orang yg "merugi".
  1. Abu sofyan, Suhail bin Amr dan Hindun, nasibnya jelas lebih beruntung  karena selamat dalam beberapa pertempuran dibandingkan dengan Abu Jahal dan kawan-kawannya yg keburu mati  sebagai kafir. (ketiganya masuk Islam saat penaklukan Mekkah  dan menjadi muslim yg taat
  2.  Uthbah Bin Rabiah (Ayah Hindun), dengan  sikap dan cara berpikirnya yg lebih jujur dan ksatria, dimana dalam beberapa kali pertemuan selalu mengemukakan pendapat2  yang jauh berbeda dengan Abu Jahal dkk, dan dalam beberap kali kesempatan terkesan membela Nabi Muhammad namun  harus mati lebih awal demi “Kehormatannya”  di tangan Hamzah. (dan yang mengharukan adalah saat duel maut tersebut disaksikan oleh anaknya yg ada dalam barisan Islam) 
  3. Abdul Muthalib, paman Nabi dengan kebaikan budi pekertinya,  dengan kewibawaannya sebagai pelindung Nabi sampai akhir hayatnya konon tidak sempat mengucapkan syahadat.  Bagaimana besarnya peran Abdul Muthalib sangat terasa dalam film ini.
     Tidak ketinggalan pula dalam film ini ada kisah dari tokoh-tokoh lain (pra/pasca Islam) yang menarik seperti Khalid bin Walid, Amr bin Ash atau Wahsyi, seorang budak yang membunuh Hamzah. Dan masih banyak  kisah lainnya yang menceritakan ketinggian akhlak dan fakta heroik lainnya terutama saat saat penaklukan kerajaan-kerajaan raksasa seperti Persia dan Romawi.

    Untuk diketahui, sebelum kedatangan Islam  Arab tidak lebih dipandang sebagai wilayah yg tercerai berai dan berserakan dimata orang-orang Romawi dan Persia. Bagaimana kemudian ISLAM membentuk suku suku Arab menjadi kekuatan yg sangat luar biasa .  Sehingga dalam tempo beberapa tahun bangsa Arab menjadi bangsa yang sangat tangguh dan di segani oleh bangsa bangsa besar tersebut.  Padahal  sebelumnya  mereka hanya dipandang sebagai bangsa  tertinggal yang tidak memiliki sesuatu yg bisa dibanggakan.  

    Kesimpulan akhir dari film ini adalah jika  selama ini kita hanya menyaksikan kisah serupa sebatas dongeng fiksi belaka. Namun dalam Islam melalui film ini bahwa legenda  tentang Ksatria sejati, Pemimpin Agung dan Negara yang adil dan makmur bukanlah isapan jempol belaka ,melainkan sebuah kenyataan sejarah. Dan tidak mustahil sejarah itu akan terulang kembali  jika setiap Muslim  mengedepankan nilai-nilai Islam dalam setiap  langkahnya seperti yang sudah di contohkan oleh pendahulunya melalui film ini.
    Wallahu’alam.

    No comments:

    Post a Comment

    Search

    Loading...